Solusi Sekolah Terjangkau, Guru Sejahtera
Setelah ikut beberapa pelatihan, observasi berbagai sekolah, baca riset ini itu, akhirnya mulai sadar kenapa sekolah swasta susah murah.
Apa sih yang sebenernya bikin sekolah jadi mahal?
Ternyata setelah lihat sana sini, biaya gedung/bangunan menjadi yang nomor satu jadi beban sekolah.
Lalu saya inget kata mentor saya, pendidikan sebenernya wajibnya cuman 2 yaitu ada murid dan guru. Adapun gedung dan sarana lainnya, tidak wajib dimiliki sendiri.
Artinya ya sebenernya tempat dan sarana tidak harus kita beli sendiri, miliki sendiri, bisa memanfaatkan yang ada saja.
Bahkan beliau bilang lebih keras lagi, katanya banyak sekolah ga berkembang, karena mentalnya bukan pendidik, tapi mental “tukang bangunan”, jadi tiap ada uang bukannya dibuat menaikkan kualitas guru, perbanyakan program pendidikan, tapi malah bangun gedung terus.
Kalau biaya untuk gedung bisa diminimalisir, budget pendidikan yang ada bisa fokus untuk program pendidikan yg lebih baik, gaji guru pun bisa di atas rata2 gaji guru pada umumnya.
Ini akhirnya yang saya coba di SD Bilingual Santren Koding Semarang, sekolahnya full pakai Bahasa Inggris, gaji guru rata2 UMR (3.7jt), kepala sekolah bisa di atasnya (5jtan).
Tapi sekolahnya bisa terjangkau atau gratis, tempatnya juga saat ini sewa ruko aja, kedepan sepertinya mau kerjasama di masjid atau rumahan aja biar lebih terjangkau lagi.
Nah yang menarik, salah satu sumber pendanaan sekolah ini malah dari Les sorenya. Kami ada les robotik dan programming untuk umum di ruko tempat sekolah ini berada. Dan ternyata pemasukannya lumayan untuk bisa nutup biaya operasional sekolah.
Dibanding sekolah yang hanya bisa dapat murid setahun sekali, bikin les bisa dapat murdi baru tiap bulan, bahkan mungkin tiap hari bisa ada murid baru. Secara keuangan lebih fleksibel, marketnya juga lebih luas.
Selain itu tempat yang dipakai sekolah juga jadi produktif, selain sore dipakai les, akhir pekan (weekend) juga bisa dipakai untuk pelatihan.
Sekolah pun ga perlu pusing bikin unit bisnis lain yang sangat jauh dari bidangnya, bikin les atau training masih seputar pendidikan juga, jadi guru-guru pun masih bisa ikut kontribusi di sana.
Ketika ada tim administrasi di tempat les, bisa handle sisi sekolah juga, akhirnya operasional admin jadi murah, karena saling support antara unit sekolah dan les, guru bisa fokus ngajar aja.
Saya kepikiran bikin sekolah kecil2 gini di banyak lokasi, modelan kayak Indomaret kali ya, konsepnya kurang lebih sama, pagi-siang buat sekolah, sore dan weekendnya untuk les/pelatihan.
Selain les Programmer Kecil, menarik juga kayaknya bikin les Dokter Kecil, belajar Bio Tech, Kedokteran, dan riset sejak kecil. Sejak kecil udah bisa bedah katak, main mikroskop, dkk.
Menarik kali ya, disiapkan bisa kuliah kedokteran di luar negeri, tapi sejak SD, hehehe. Kemarin temen saya kuliahkan anaknya kedokteran di cina, ternyata lebih murah, lanjut kerja bisa di cina, malaysia, singapura, dengan gaji lebih bagus.
Kalau tertarik bikin mirip atau belajar cara mengelola sekolahnya, gratis kok, bisa hubungi kepala sekolah aja sini https://wa.me/6285831040910



Bapak Cocok ini jadi mentri pendidikan di Indonesia 🇮🇩