Anak-anak santri Santren Koding, sejak hari pertama datang di Semarang, mereka hanya boleh bawa uang saku 500rb rupiah.
Uang habis, haram minta ortu lagi, itu uang saku terakhir yang diberikan ortu mereka. Setelah itu harus nyari sendiri.
Ga kerja, ga dapat uang. Ga punya uang, ya ga makan.
Ada yang magang ke perusahaan baju, ada yg kerja di warmindo, ada yang ngajar les, apapun dilakukan, selama halal gas.
Mereka rata2 lulusan SMA, umur 17an, sebelum nanti daftar kuliah Sibermu, wajib udah punya live skill, minimal bisa buat bertahan hidup, ga minta ortu lagi
Hasilnya sama? Ya pasti beda, ada yang udah dapat jutaan, ada yang baru ratusan ribu, normal, karena basicnya juga beda2, yang penting tiap bulan berkembang, naik terus, ada inisiatif baru terus tiap hari, ngga nunggu disuruh/ditagih.


